Daily Archive: 02/22/2016

Feb 22

Alumni STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang dikukuhkan sebagai guru profesional di Gorontalo.

1459198_439140619520013_909237940_n

Jangan Lupa ShareAlumni STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang dikukuhkan sebagai guru profesional di Gorontalo. Syamsuddin S salah seorang alumni program studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia baru-baru ini telah resmi menyandang status sebagai guru profesional di Gorontalo. Pemuda yang akrab dipanggil Syam ini bersama ke 38 temannya yang lain dikukuhkan sebagai guru profesional oleh Rektor Universitas …

Continue reading »

Image

STKIP MUHAMMADIYAH SIDENRENG RAPPANG SIAP MENCETAK SARJANA BARU

Jangan Lupa ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+

_DSC0083

STKIP MUHAMMADIYAH SIDENRENG RAPPANG SIAP MENCETAK SARJANA BARU

     STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang kembali menggelar ujian skripsi untuk calon lulusan baru. Kegiatan yang dimulai sejak ahad lalu, 21 Februari ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa calon sarjana dari tiga program studi, yakni pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, pendidikan bahasa Inggris, dan Teknologi Pendidikan. Ujian skripsi tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat pekan yang dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 21 Februari hingga 2 Maret mendatang. Sementara, gelombang kedua direncanakan berlangsung awal Agustus.

     Ujian skripsi tahun ini banyak mendapat perhatian dari sejumlah dosen dan tenaga kependidikan STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Drs. H. Tajuddin Posi, M.Pd., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang mengakui bahwa ada banyak hal yang perlu diubah dalam sistem ujian skripsi ini demi perbaikan kualitas lulusan dari tahun ke tahun. Tambahnya lagi, hal tersebut perlu dicermati mengingat STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang kini berkomitmen melakukan perbaikan pada banyak ranah demi mewujudkan visi misi institusi untuk melahirkan lulusan yang unggul dalam bidangnya.

     Saat ditanya makna ujian skripsi yang sesungguhnya. Tajuddin menjelaskan dengan gamblang dan bersahabat.

     “Mahasiswa harus memahami apa arti proposal dan bagaimana melaksanakan proposal tersebut” ungkapnya saat ditemui di sela-sela break menguji. Mahasiswa juga perlu memahami bagaimana ilmu itu dilaksanakan dan dikembangkan. Sebab menurutnya, perjuangan mahasiswa tidak selesai pada saat skripsi usai dipaparkan melainkan harus ada tindak lebih lanjut dari mereka sebagai insan akademik.

(jm/aw/22)

Jangan Lupa ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+